MALANG – Kabar duka datang dari dunia akademik dan publik figur. Mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Imam Muslimin atau yang lebih dikenal sebagai Yai Mim, menghembuskan napas terakhir pada Senin (13/4/2026).
Peristiwa menyedihkan ini terjadi saat ia masih berstatus sebagai tahanan di Polresta Malang Kota.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.45 WIB. Saat itu, Yai Mim sedang dalam proses pemindahan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan penyidik.
Tiba-tiba, kondisi kesehatannya dikabarkan menurun drastis. Ia terlihat sangat lemas hingga akhirnya ambruk dan tidak sadarkan diri. Petugas segera melakukan evakuasi dan membawanya ke RSUD dr. Saiful Anwar untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun sayang, nyawanya tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Yai Mim telah ditahan sejak tanggal 19 Januari 2026. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi yang dilaporkan oleh tetangganya, Nurul Sahara.
Selama mendekam di tahanan, pihak kepolisian menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Yai Mim dinilai cukup baik dan ia bahkan dikenal aktif memberikan tausiyah kepada sesama tahanan. Namun, takdir berkata lain saat ia hendak menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kuasa hukumnya, Agustian Siagian, membenarkan kabar meninggalnya kliennya tersebut. Ia menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Yai Mim memang tiba-tiba menurun saat berada dalam tahanan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis. Pihak keluarga dan tim hukum masih berduka dan menanti kejelasan penyebab wafatnya almarhum.
Profil Singkat
Yai Mim merupakan mantan dosen senior yang namanya sempat viral di media sosial akibat konflik berkepanjangan dengan tetangganya. Ia dikenal memiliki gaya bicara yang khas dan sering menjadi sorotan publik.
Kini, jenazah almarhum telah dibawa ke kampung halamannya di Dusun Wonorejo, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar untuk dimakamkan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga segala amal ibadahnya diterima dan tempat terbaik di sisi-Nya.(*red)








